Hiadayat, PKS, dan Negara Islam.
Seorang tetua komunitas Tionghoa lantas menanyakan apakah PKS akan menjadikan Indonesia sebagai negara Islam jika PKS menang Pemilu. Hidayat tegas menjawab, ”Tidak,”. ”PKS adalah organisasi politik yang bersifat nasional. Kami mengikuti hukum di Indonesia yaitu UU Partai Politik dan UUD 1945,” sambungnya. Sumber: Republika
Komentar Darul Muhajirin: “TIDAK ADA KOMENTAR, MASALAHNYA TERLALU JELAS”. jelas Anehnya.


Mei 8, 2009 pukul 2:13 am
comment Aq; Innalillahi wa inna ilaihi roji’un.
.
Aqidah tergadai, sayang aja udah LC kok berani ngomong seperti itu. Berbaik sangka aja, statement itu keluar atas nama partai, bukan pribadi,
Mei 10, 2009 pukul 2:31 pm
Pada pemilu 2004 Hidayat Nur Wahid juga pernah bilang demikian Mas… Seingat saya statement beliau pernah dimuat di eramuslim.
Aneh ya… Kalaulah bukan syari’at Islam yang hendak diperjuangkan PKS dan kader-kadernya, masih pantaskah mereka disebut sebagai partai dakwah?
Mei 14, 2009 pukul 12:12 am
To AL Kifah
Ya, itu karena kemarin ada buku yang menuduh PKS akan menerapkan syariat Islam. Kemudian PKS buru-buru menampiknya. he–hee
Kalo saya dituduh : “kelompok kamu mau menegakkan syariat islam ya!”, maka saya anggap itu bukan tuduhan. Saya akan balik tanya “emangnya kamu termasuk kelompok yang menolak syariat islam ya!?”, he-he-he!
Masak dituduh dengan sesuatu yang baik malah menampik, itukan aneh!
Mei 14, 2009 pukul 2:49 pm
he3x, LC u yg S1 ya. Aq comment githu krn ingat ada yg bangga2in title LC.
, jzkillh atas koreksiny yg bikin jd anak dugem–geleng2–
Mei 15, 2009 pukul 8:21 am
klo menurut saya sih yang lebih aneh adalah dah berkoar-koar kemana-mana mo menerapkan syariah islam tapi ampe detik ini secuil pun belum ada yang berhasil mereka terapkan…itukan aneh juga wakakakak…wahai orang-orang aneh, instropeksi dirilah!!!
Mei 16, 2009 pukul 5:47 am
weee…
koq bisa ya…
lah kalau gt, mau mmeperjuangkan Islam atau Kursi empuk hehehe
mudah2an qt diberikan kejelasan bahwa yg benar itu benar.
demikian yang batil tampak DENGAN JELAS bahwa itu batik, sehingga qt bisa mencegahnya
TIDAK malah mndukungnya, atas nama Dakwah lagi.
Mei 17, 2009 pukul 7:48 am
pada saat terjadi koalasi antara PKS dan demokrat, ketika presiden PKS ditanya wartawan apakah akan keluar dari koalisi jika cawapresnya bukan dari PKS? di jawab dengan tegas “insha Allah tidak” namun aneh ketika ada isu Boediono yang akan menjadi cawapresnya PKS terlihat “panik” padahal alasan koalisi katanya adalah kesamaan flatform partai….
namun akhirnya koalisi tetap berjalan terlepas dari motif koalisi mereka.
inilah koalisi pragmatis yang hanya memgejar kekuasaan semata.
maen ke blog ana ya mas titok…
Mei 21, 2009 pukul 4:11 am
Kita memang tidak butuh penilaian dari orang seperti komen no 4. Kita memang bukan sekedar ingin menerapkan islam, tapi menerapkan islam secara kaaffah dengan khilafah.
Mei 26, 2009 pukul 5:15 am
Bagi saya sdh jelas, PKS itu penakut dan banyak basa-basi…tau ga alasannya kenapa ndukung lagi sby?
Ada point-point yg saya catat dari pernyataan salah satu pejabat terasnya, pernyataan-pernyataan seperti ini memperlihatkan ketidaktegasannya dalam menyuarakan syariah Islam:
Mengapa mendukung lagi SBY?
1.Kita perlu ruang gerak yang terbuka untuk dapat melakukan penyebaran da’wah baik secara vertikal maupun horisontal. Dengan mengadakan musyarokah dengan SBY diharapkan dakwah bisa lebih berkembang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara.
2.Secara realitas bangsa ini belum bebas dari tekanan luar, intinya kita perlu ruang gerak yang bebas menyelamatkan da’wah agar tidak dicurigai dan dicari-cari, karena kita juga belum siap menjadi “wanted”.
3.Sejak hasil pemilu legislatif dikeluarkan, sudah banyak yang “nembak” kita dengan berbagai issu. Hal ini menjadikan kondisi kita agak berat kalau mau jalan sendiri.
4.Bagi SBY, memilih kita sebagai wakil (presiden) juga pilihan yang berat karena besarnya tekanan penolakan. Maka kita juga bisa memaklumi sikap mereka.
5.Ketika kita membicarakan platform koalisi, mereka minta kita yang membuatnya. Setelah platform kita sodorkan 99,5 mereka terima, yang 0,5 persen hanyalah masalah bahasa. Jadi hampir 100 persen platform koalisi dengan SBY adalah dari kita dan diterima oleh Demokrat.
6.Dalam piagam kesepakatan tersebut ada poin penting bahwa kalau koalisi kita menang, SBY tidak akan menghambat solusi-solusi Islami terhadap permasalahan bangsa.
7.Tentang politik luar negeri, SBY juga menyepakati akan lebih membela kepentingan Islam.
8.Kembali berkoalisi dengan mendukung SBY lebih realistis jika dibanding koalisi dengan pasangan yang lainnya, karena platform koalisi kita tidak bisa diterima sebagaimana Demokrat menerima platform kita.
Juni 1, 2009 pukul 8:12 am
sebagai seorang muslim yg mencerminkan keislaman
1. kt tdk akan mengrahkan senjata pd saudara sendiri, tp mgarahkany pd msuh kt kaum kafir
2. dlm islam ada cr yg ahsan untuk menasehati, ht2 menasehati dan mengolok-olok hpir sama tetapi berbeda, sebaiknya tabanyun dl kepihak yg brsangkutan, br berkomentar,sdh th media dikuasai oleh kaum kafir tp lbh percya media dr tabayun
3. sy yakin tmen2 pks ada landasan syar’i dlm setiap kebijakanya, bkny kt hrus berhusnudhon kpd kaum muslim dan keras thd kaum kafir jgn dibalik
4. sy prihatin mlihat komentar antuna semua
5. lebih baik mn antara orang yg bekerja dan orang yg hanya berteriak